Broken home adalah kondisi hilangnya
perhatian keluarga atau kurangnya kasih sayang dari orang tua yang disebabkan
oleh beberapa hal. Bisa karena perceraian, sehingga anak hanya tinggal bersama
satu orang tua kandung. Bahkan akibat perceraian, banyak anak yang dititipkan
ke kakek-neneknya, karena orang tua tunggalnya sibuk bekerja. Kehilangan kasih
sayang, Sedih, kecewa, Sepi, dan kurang perhatian. Rumah seakan seperti
neraka yang isinya orang tua yang selalu bertengkar. Belum lagi orang
sekitar yang selalu menganggap rendah tentang dirinya dan keluarganya. Banyak
ocehan dan ejekan yang setiap hari didengar. Itu yang dirasakan dari mereka
korban broken home. Miris memang, tapi memang begitu kehidupan korban broken
home yang sudah menjadi takdir dan harus dilalui.
Banyak dari mereka yang melampiaskan
kesepiannya dengan merokok, seks bebas, minuman keras, obat-obatan terlarang
bahkan ada yang sampai menjadi pelacur. Semuanya berawal dari keluarga yang
sangat tidak kondusif, orangtua yang tidak dewasa yang selalu bertengkar
didepan anak-anak mereka tanpa memikirkan dampak negatif bagi anak-anak
mereka. Dan faktor yang lain adalah teman lingkungan sekitar. Karena adanya
pengaruh buruk, otomatis kita dengan mudah terjerumus kedalam dunia kelam.Orang
tua masa kini terlalu sibuk dengan urusannya sendiri sampai mereka lupa dengan
anak mereka yang wajib diurusi, diperhatikan dan diberi kasih sayang. Padahal
seorang anak perlu orangtua yang bisa diajak bicara dalam hal apapun. Ada
setiap saat ketika anak membutuhkannya.Banyak sekali dampak negatif yang dapat
disebabkan oleh broken home. Anak bisa menjadi egois, ugal-ugalan, suka cari
perhatian, kasar, tidak peduli dengan sekitarnya, dan tidak peduli dengan
nasihat orang lain.Namun siapa sangka ada dari beberapa korban home ada yang
memang bisa melampiaskan segala kekecawaanya, kekesepiannya dengan cara yang
postif. Teman saya, ada yang orangtuanya bercerai namun dia tidak dengan mudah
masuk kedalam dunia bebas. Dia malah mencari perhatian dengan cara
bersosialisasi dengan teman-temanya dalam organisasi. Dia termasuk anak yang
pandai, dia pernah memenangkan lomba debat bahasa inggris. Dan itu termasuk
prestasi yang membanggakan walaupun latar belakang anak itu adalah korban broken
home.Jadi tidak semua anak broken home adalah seorang anak yang memiliki
kepribadian tidak karuan. Itu tergantung dari dirinya sendiri yang mau apa
tidaknya menahan dirinya agar dirinya tidak masuk kedalam dunia kelam.Banyak
hal-hal positf yang bisa dilakukan, dunia ini terlalu indah jika hanya untuk
bebrbuat yang tak berguna. Berbuatlah yang sekiranya bermanfaat.Kita bisa
memulainya dengan mendekatkan diri pada Allah. Dengan begitu kita bisa memiliki
landasan agama yang kuat sehingga kita tidak akan terjerumus pada hal-hal
negatif yang dapat merusak diri. Menyibukkan diri dengan hobi, selain bisa
mengespresikkan potensi diri, hal itu juga bisa mengurangi rasa kesepian. Harus
mempunyai obsesi diri dalam meraih prestasi,tujuan hidup dan cita-cita. Sebaiknya
kita menjalin hubungan yang baik dengan orangtua agar terjaganya keluarga yang
harmonis. Dan yang terakhir harus selektif memilih teman, karena lingkungan
adalah faktor yang kuat dalam pergaulan sehari-hari.
Semua pasti ingin memiliki keluaraga yang
lengkap, rukun, dan harmonis. Memiliki orangtua selalu perhatian, dan penuh
kasih sayang.Hanya sebatas mengingatkan bagi kalian yang hidup dalam keluarga
yang harmonis, diberikan kasih sayang orangtua, jangan sia-siakan kasih sayang
mereka, diluar sana masih banyak sekali anak-anak yang hidup sendiri tanpa
bantuan orang lain.
Kami telah melakukan wawancara
dengan narasumber X dengan mengajukan pertanyaan :
1.
Sejak
kapan anda menjadi anak Broken Home?
2.
Apakah
anda mengetahui penyebab perpisahan orang tua anda?
3.
Lalu
bagaimana perasaan anda saat mengetahuinya?
4.
Setelah
perpisahan orang tua anda, anda tinggal bersama ayah, ibu atau keluarga
lainnya?
5.
Apakah
itu atas kehendak sendiri?
6.
Apakah
ada perbedaan sebelum dan sesudah Broken Home?
7.
Apakah
anda pernah “dibully” dengan keadaan anda sekarang oleh lingkungan sekitar
anda?
8.
Apakah
anda pernah merasa kurang percaya diri atau bahkan merasa minder?
9.
Apakah
dengan keadaan Broken Home ini memberikan dampak bagi kehidupan anda?
Dari
pertanyaan di atas kami mendapat informasi dari Narasumber bahwa Narasumber
merasakan perubahan drastis dalam kehidupannya seperti berkurangnya kasih
sayang orang tua, hak-hak yang seharusnya dia dapat sebagai seorang anak
setelah orang tuanya berpisah menjadi tidak terpenuhi. Narasumber juga mendapat
tekanan dari lingkungan eksternal berupa ejekan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar