Selasa, 26 April 2016

HUKUM DAN HAM BROKEN HOME

Broken home adalah kondisi hilangnya perhatian keluarga atau kurangnya kasih sayang dari orang tua yang disebabkan oleh beberapa hal. Bisa karena perceraian, sehingga anak hanya tinggal bersama satu orang tua kandung. Bahkan akibat perceraian, banyak anak yang dititipkan ke kakek-neneknya, karena orang tua tunggalnya sibuk bekerja. Kehilangan kasih sayang, Sedih, kecewa, Sepi, dan kurang perhatian. Rumah seakan seperti neraka yang isinya orang tua yang selalu bertengkar. Belum lagi orang sekitar yang selalu menganggap rendah tentang dirinya dan keluarganya. Banyak ocehan dan ejekan yang setiap hari didengar. Itu yang dirasakan dari mereka korban broken home. Miris memang, tapi memang begitu kehidupan korban broken home yang sudah menjadi takdir dan harus dilalui.
Banyak dari mereka yang melampiaskan kesepiannya dengan merokok, seks bebas, minuman keras, obat-obatan terlarang bahkan ada yang sampai menjadi pelacur. Semuanya berawal dari keluarga yang sangat tidak kondusif, orangtua yang tidak dewasa yang selalu bertengkar didepan anak-anak mereka tanpa memikirkan dampak negatif bagi anak-anak mereka. Dan faktor yang lain adalah teman lingkungan sekitar. Karena adanya pengaruh buruk, otomatis kita dengan mudah terjerumus kedalam dunia kelam.Orang tua masa kini terlalu sibuk dengan urusannya sendiri sampai mereka lupa dengan anak mereka yang wajib diurusi, diperhatikan dan diberi kasih sayang. Padahal seorang anak perlu orangtua yang bisa diajak bicara dalam hal apapun. Ada setiap saat ketika anak membutuhkannya.Banyak sekali dampak negatif yang dapat disebabkan oleh broken home. Anak bisa menjadi egois, ugal-ugalan, suka cari perhatian, kasar, tidak peduli dengan sekitarnya, dan tidak peduli dengan nasihat orang lain.Namun siapa sangka ada dari beberapa korban home ada yang memang bisa melampiaskan segala kekecawaanya, kekesepiannya dengan cara yang postif. Teman saya, ada yang orangtuanya bercerai namun dia tidak dengan mudah masuk kedalam dunia bebas. Dia malah mencari perhatian dengan cara bersosialisasi dengan teman-temanya dalam organisasi. Dia termasuk anak yang pandai, dia pernah memenangkan lomba debat bahasa inggris. Dan itu termasuk prestasi yang membanggakan walaupun latar belakang anak itu adalah korban broken home.Jadi tidak semua anak broken home adalah seorang anak yang memiliki kepribadian tidak karuan. Itu tergantung dari dirinya sendiri yang mau apa tidaknya menahan dirinya agar dirinya tidak masuk kedalam dunia kelam.Banyak hal-hal positf yang bisa dilakukan, dunia ini terlalu indah jika hanya untuk bebrbuat yang tak berguna. Berbuatlah yang sekiranya bermanfaat.Kita bisa memulainya dengan mendekatkan diri pada Allah. Dengan begitu kita bisa memiliki landasan agama yang kuat sehingga kita tidak akan terjerumus pada hal-hal negatif yang dapat merusak diri. Menyibukkan diri dengan hobi, selain bisa mengespresikkan potensi diri, hal itu juga bisa mengurangi rasa kesepian. Harus mempunyai obsesi diri dalam meraih prestasi,tujuan hidup dan cita-cita. Sebaiknya kita menjalin hubungan yang baik dengan orangtua agar terjaganya keluarga yang harmonis. Dan yang terakhir harus selektif memilih teman, karena lingkungan adalah faktor yang kuat dalam pergaulan sehari-hari.
Semua pasti ingin memiliki keluaraga yang lengkap, rukun, dan harmonis. Memiliki orangtua selalu perhatian, dan penuh kasih sayang.Hanya sebatas mengingatkan bagi kalian yang hidup dalam keluarga yang harmonis, diberikan kasih sayang orangtua, jangan sia-siakan kasih sayang mereka, diluar sana masih banyak sekali anak-anak yang hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.
Kami telah melakukan wawancara dengan narasumber X dengan mengajukan pertanyaan :
1.      Sejak kapan anda menjadi anak Broken Home?
2.      Apakah anda mengetahui penyebab perpisahan orang tua anda?
3.      Lalu bagaimana perasaan anda saat mengetahuinya?
4.      Setelah perpisahan orang tua anda, anda tinggal bersama ayah, ibu atau keluarga lainnya?
5.      Apakah itu atas kehendak sendiri?
6.      Apakah ada perbedaan sebelum dan sesudah Broken Home?
7.      Apakah anda pernah “dibully” dengan keadaan anda sekarang oleh lingkungan sekitar anda?
8.      Apakah anda pernah merasa kurang percaya diri atau bahkan merasa minder?
9.      Apakah dengan keadaan Broken Home ini memberikan dampak bagi kehidupan anda?
Dari pertanyaan di atas kami mendapat informasi dari Narasumber bahwa Narasumber merasakan perubahan drastis dalam kehidupannya seperti berkurangnya kasih sayang orang tua, hak-hak yang seharusnya dia dapat sebagai seorang anak setelah orang tuanya berpisah menjadi tidak terpenuhi. Narasumber juga mendapat tekanan dari lingkungan eksternal berupa ejekan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUKUM

lebih prioritaskan keluarga suami daripada istrinya sendiri

 lagi pengen curhat tapi yang orang terdekat gak tau. ya udah cerita disini aja. ada yang punya pengalaman sama gak sih? lagi viral juga soa...

BACA JUGA